Jalan Impian Warga Condong

Bagi warga masyarakat Dusun Condong Desa Cikadu, hidup bergotong royong sudah menjadi tradisi darii dahulu. Ketika salah satu warganya ada yang sedang membangun rumah ataupun keperluan hajatan, dan memerlukan bantuan tenaga, khususnya tenaga Usung-Usung, maka tanpa menunggu perintah langsung ikut membantu bersama-sama, baik yang laki-laki,perempuan bahkan anak-anak sesuai kemampuannya masing-masing. Ditempat lain, hal demikian mungkin sudah langka dan jarang yang ada, kalupun dilaksanakan  akan membutuhkan dana yang cukup besar untuk menggantikan jasa tenaga usung-usung dengan nilai Rupiah. Apalagi kalau jarak tempuh dan medan yang dilalui jauh dan naik turun melewat bukit dan persawahan.

Menurut Toni, Tokoh  Warga Dusun Condong, “ Tradisi gotong royong warga Dusun Condong ini lebih kental terasa dikarenakan atas  dasar dan alasan sedusun tersebut adalah satu keluarga. Mereka menyadari bahwa hidup bertetangga tidak beda dengan keluarga. Karena apabila terjadi apa-apa yang terdekat menolong pasti tetangganya.

Semenjak kejadian longsor jalan penghubung, Dusun Renggong dan Dusun Condong menjadi terputus. Jalan yang semula bisa untuk lalulintas mobil pengangkut kini hanya bisa sampai di Dusun Renggong. Akhirnya dari ujung jalan yang ada untuk menuju ke dusun Condong harus dilalui dengan jalan kaki. Jalan yang longsor sudah tidak bisa lagi diperbaiki, satu-satunya solusi adalah membuat jalur baru untuk dibuat jalan yang lebih aman dan keras yaitu melalui pertengahan sawah.  Perlu adanya kesadaran warga untuk bersama-sama membangun jalan baru, khususnya yang memiliki sawah untuk merelakan menghibahkan sawahnya  selebar 230cm sesuai lebar jalan, setengahan dengan kanan kiri  untuk pembangunan jalan baru.
Fungsi  jalan sebagaimana yang kita telah ketahui  sebagai sarana untuk mempercepat  transportasi dan untuk angkutan barang keluar masuk, baik itu material bangunan maupun hasil pertanian yang bermuara akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Fungsi tersebut sepertinya kurang terasa manfaatnya apabila jalan yang tersedia masih dalam kondisi yang normal dan bagus. Namun apabila jalan tersebut rusak tidak aman,  barulah semuanya akan merasakan  arti pentingnya keberadaan jalan tersebut.
Menunggu bantuan pemerintah saja tidak cukup, harus ada uluran sumbangsih warga baik moril maupun materiil. Bisa jadi dengan niat dan semangat warganya  dan iuran sesuai kemampuan,  pembangunan jalan Impian Dusun Condong bisa cepat terealisasi. Gerakan warga dusun Condong untuk gotong royong mengumpulkan Batu sudah mulai dilaksanakan pada Jum’at(9/2). Semuanya bersama-sama ikut turun tangan bahu membahu mengumpulkan batu. Keramaian, canda tawa dan kegembiraan para warga baik yang tua, muda, bahkan anak-anakpun  terlihat dalam kegiatan gotong royong  tersebut. Mereka tidak mau hanya menoton dan berpangku tangan saja,mereka memulai dari diri masing-masing dahulu, memulai dari yang kecil dan mudah, dan memulai dari sekarang tanpa menunda-nundanya. Mereka sudah melihat harapan dan asa terbangunnya jalan sudah ada didepan mata.

Casmad salah satu Tokoh Masyarakat yang mengusahakan terwujudnya jalan Dusun Condong tersebut, menuturkan, “Insya Alloh apa yang diimpikan warga masyarakat Dusun Condong dapat terealisasi cepat,dengan melihat antusiasme warga yang pada saat ini sedang ikut bergotong royong mengumpulkan batu.Mereka sudah lama mengharapkan adanya jalan baru untuk memudahkan transportasi yang selama ini terputus karena longsor, sehingga  harus jalan kaki yang cukup jauh.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *