SEJARAH DESA

“Sejarah Desa Cikadu”
Pada jaman dahulu kala ,ada seorang petualang dari Cirebon Jawa Barat yang menyisir Sungai comal dari hilir di utara ke hulu ( selatan ) dan memilih menyusuri belokan / persimpangan kali yang ke kiri ( kali polaga ) hingga sampailah disebuah tempat dekat pertemuan antara dua sungai ( dinamakan sawangan ) , di mana arah sungai yang satu oleh sang petualang diberi nama sungai kadu yang artinya durian karena dipinggir sungai kadu tersebut ada pohon durian yang besar.
Sang petualang bertempat tinggal disekitar pinggir sungai tersebut dan lama kelamaan benyak orang yang mengikuti jejek sang petualng yakni bermukim diwilayah itu,sehingga menjadi pemukiman penduduk yang diberi nama CIKADU yang berasal dari dua kata yaitu CI asal bahasa sunda CAI artinya air, KADU artinya DURIAN . jadi CIKADU artinya AIR DURIAN.
Seiring bejalannya waktu Desa Cikadu yang berasal dari pemukiman kecil menjadi sebuah desa yang belum berdiri pemerintahan sendairi dan wilayahnya masih ikut wilayah Kademangan Bongas, kala itu sekitar Tahun 1800an.
Pada tahun 1864 , mulailah berdiri pemerintahan desa Cikadu yang dipimpin pertama kali oleh seorang Bekel ( lurah ) bernama Truna Kepet . Konon ceritanya seorang yang bernama Truna Kepet itu awalnya mendapat tugas dari Kademangan Bongas untuk Anclong (ronda ) ke Kadipaten beserta utusan dari Kademangan lain.di saat para Anclong (ronda ) istirahat tidur Kanjeng Bupati keluar berkeliling melihat –lihat keadan sekitar Kadipaten, Sa’at berkeliling Kanjeng Bupati melihat ada sinar yang menyinari Pendopo Kadipaten dan setelah dilihat ternyata sinar tersebut keluar dari Puser salah seorang Anclong ( ronda ) yang sedang istirahat tidur.
Kemudian Kanjeng Bupati memotong kain dari si pemilik sinar dengan tujuan kesokan harinya akan mengetahui siapa yang Pusernya bersinar dan menerangi Pendopo Kadipaten. Setelah mengetahui pemiliknya adalah Truna Kepet maka Kanjeng Bupati menugaskan Truna Kepet untuk menjadi Bekel ( lurah ) di Desa Cikadu, semenjak itulah Desa Cikadu ada pemerintahan yaitu mulai tahun1864-1869 yang dipimpin oleh Truna Kepet menjabat selama 5 tahun dan berasal dari Dusun Legok
Dan pada tahun 1870- 1873 oleh Truna Kepet diserahkan jabatannya kepada seseorang yang bernama Sedur menjabat selama 3 tahun berasal dari Dusun Kalibengang
Pada tahun 1873 mulailah pengangkatan Bekel (lurah ) dengan cara pemilihan yaitu sistem cecekan (bergandengan memegang pundak) Caranya adalah calon Kepala Desa berdiri di depan dan diikuti oleh para pendukungnya yang menyambung di belakang dengan memegang pundak orang yang didepan ,kemudian dilihat siapa yang pendukungnya paling banyak maka itulah yang jadi Bekel ( lurah ) dan pada saat itu yang menang adalah Catim Yang terkenal dengan sebutan lurah Kebedil yang menjabat selama 15 tahun dari tahun 1874-1889 ,dan berasal dari cikadu krajan .
Pada tahun 1890 pilihan kembali dan terpilihlah Darkim yang terkenal dengan sebutan lurah Pakel dimana dia menjabat selama 5 tahun yaitu sejak tahun 1890-1895, berasal dari cikadu krajan .
Dan 4 tahun kemudian dipimpin oleh lurah Meskat yang menjabat dari tahun1896- 1900 dan berasal dari cikadu krajan.
Pemerintahanpun berjalan mengikuti perkembangan jaman dan budaya yang ada , salah satu bukti perkembangannya adalah proses pemilihan Bekel (lurah) di Desa Cikadu juga mengalami perubahan dari Cecekan menjadi Bitingan /Biting ( potongan lidi) yang di masukan ke dalam Bumbung (potongan bambu) .
Caranya adalah satu keluarga memperoleh 1 (satu ) Biting / potongan lidi , selanjutnya dimasukan kedalam salah satu Bumbung (potongan bambu) yang sudah disiapkan oleh masing masing calol Bekel ( lurah) dan yang memperoleh Biting paling banyak itulah yang jadi. cara seperti ini sampai 5 (lima ) kali pergantian Bekel (lurah ) yaitu mulai dari :
Lurah Elas menjabat selama ( 16 tahun ) dari tahun 1900-1916 asal cikadu krajan
Lurah Ahmad Sutandria terkenal dengan sebutan lurah blendos menjabat selama (17 tahun ) dari tahun 1917-1931 asal cikadu krajan
Lurah Dilam terkenal sebutan Mbah Perlot menjabat selama (9 tahun) dari tahun 1932-1937 asal cikadu krajan.
Lurah suma Sugana ( Guna Sumareja ) menjabat selama (8 tahun) dari tahun 1938-1944 asal dusun kalilingseng
Lurah Radu ( merta suwira ) menjabat selama (4 tahun ) dari tahun 1945-1948 asal dusun legok.
Pada masa kepemimpinan lurah elas wilayah Desa Cikadu dibagi menjadi ( 2 ) dua yaitu :
1. Cikadu Wetan dijabat oleh lurah Elas ,yang sekarang disebut Desa Cikadu .
2. Cikadu Kulon dijabat Lurah Nala Merta ,yang sekarang disebut Desa Jojogan.
Pemekaran terjadi pada pertengahan tahun 1908 pada saat kepemimpinan Lurah Elas. Dimana sejak kepemimpinan Lurah Kepet sampai Lurah Elas pertengahan yaitu sejak tahun 1864 – 1907 Desa Jojogan ( Cikadu Kulon ) saat itu masih ikut wilayah Desa Cikadu.
Pada tahun 1949-1951 ( 3 tahun ) kepemimpinan Desa Cikadu dijabat oleh lurah Preman ( Abdurahman ) dari Cikadu sebagai wakil atau sekarang disebut PJS ( pejabat sementara ) sebelum diadakannya pemilihan .
Kemudian pada tahun 1952 barulah pemilihan Bekel (lurah ) dengan cara mencoblos gambar yang sampai sekarang ini kita alami bersama. Diantaranya :
Lurah Sumardi Tahun 1952-1971 dari Cikadu Krajan
Lurah H Ahmad Tahun 1972-1990 dari Cikadu Krajan
Lurah Yunus Tahun 1991-1998 dari Cikadu Krajan
Lurah H A khusaeri Tahun 1999-2001 dari Cikadu Krajan
Lurah Yunus Tahun2002-sampai sekarang

Dari perkembangan masa ke masa dan pergantian kepemimpinan di Desa Cikadu banyak merngalami perubahan dan kejadian – kejadian antara lain:

a. pada masa pemerintahan Lurah Sumardi , yaitu pada tahun 1951 dengan di pelopori oleh KH Nawawi dan K Siroj mendirikan sekolah madrasah diniyah walaupun belum didirikan gedung permanen.
Pada tahun 1957 terjadi kebakaran besar yang melanda desa cikadu dan menghanguskan 136 rumah. Hingga praktis pada masa itu sarana dan prasarana pemerintahan serta infrastuktur perdesaan habis total.
Pada tahun 1959 masyarakat desa cikadu mulai bangkit dengan membangun sebuah gedung pendidikan agama islam ( madrasah diniyah ) 3 lokal yang berkesinambungan sampai sekarang dengan nama madrasah diniyah Darul Aman .pada tahun 1961 desa cikadu membangun 4 ( empat ) lokal gedung Sekolah Dasar ( istilah dahulu sekolah rakyat ) ,mulai saat itulah anak –anak desa cikadu bersekolah.

b. pada masa pemerintahan lurah H Ahmad mulai tahun 1971 pembangunan terus berlanjut dengan membangun sarana prasarana seperti :

Membangun jalan raya dangan bergotong royang sehingga mobil mulai bisa masuk desa cikadu.

Membangun balai desa permanen hingga pelayanan masyarakat mulai tertib.

Membangun pertanian dan juga penghijauan sehingga berhasil ,dan pada tahun 1978 desa cikadu mendapat penghargaan sebagai juara I (satu ) lomba penghijauan tingkat Provinsi.

Terjadi kebakaran besar pada hari jum’at tanggal 9 september 1982 yang menghanguskan sekitar 35 rumah sehingga terjadi pelebaran pemukiman hingga ke wilayah lempong ( sekaragn Rt 05 ).

Membangun pasar desa hingga sampai sekarang untuk pusat perbelanjaan masyarakat desa cikadu dan sekitarnya.
c. Pada masa pemerintahan Lurah Yunus pereode yang pertama yaitu tahun 1990-1998 banyak pembanghunan yang telah dilaksanakan diantaranya :

pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga anak –anak Desa Cikadu mengenyam pendidikan SMP lebih dekat.

Membangun penerangan listrik hingga Desa Cikadu tidak lagi gelap sepertyi sebelum adanya penerangan listrik.

d. Pada masa pemerintahan lurah H A Khusaeri membangun sarana olah raga yaitu lapangan sepak bola kukusan.

e. Pada masa pemerintahan Lurah Warsan ( Sebagai PJS) terjadi bencana besar tanah longsor yang menghancurkan 212 rumah dan 2 masjid di Dusun Legok Lor Dan Kidul,126 rumah dan 1 masjid di Dusun Kalibengang , serta 80 rumah dan 1 musola di Dukuh Rasban. Sehingga seluruh warga Dusun Legok direlokasikan ke wilayah Sigebrug Tritis , warga Dusun Kalibengang dan Dukuh Rasban direlokasikan ke dekat Jonggrangan ( sekarang dinamakan Sida Mulya) .
f. Di pereode yang sekarang , kepemimpinan lurah yunus pereode yang ke II (dua ) banyak sekali pembangunan baik sarana maupun prasarana antara lain :

Pembangunan Pos-Kes-Des

Pembangunan sarana olah raga ( lapangan sepak bola sikrakal ) .

Pembangunan sarana air bersih melalui program Pamsimas Perdesaan.

Pengerasan jalan dari dusun kalilingseng kenuju ke dusun tembelang melalui progran PNPM Perdesaan.
Pengaspalan jalan bentus jonggrangan melalui program PNPM Perdesaan.

Pemasangan jaringan listrik dari kalilingseng ke tembelang.

Dan pembangunan infrastuktur lainnya serta peningkatan SDM,baik SDM perangkat melalui pelatihan maupun masyarakat melalui penyuluan-penyuluhan.

Yang terus belanjut sampai sekarang dengan di bentuknya tim penyusun RPJM-Des untuk menyusun kegiatan /program pembangunan 5 (lima ) tahunan .